Lompat ke isi

Apa sih World Silent Day itu?

April 16, 2010

“Pernah ngga bumi itu istirahat?” Kalau kita menjadi bumi pastilah merasa lelah karena setiap hari harus berputar pada porosnya dan berputar mengelilingi matahari. Sekarang bumi pun terasa semakin panas akibat pengaruh global warming atau pemanasan global. Adanya global warming membuat kerugian  besar bagi bumi yaitu lapisan ozon bumi semakin tipis dan suhu semakin panas. Sulit rasanya kita sebagai manusia untuk berbafas, mendapatkan udara yang segar karena udara di bumi yang telah tercemar oleh berbagai polusi. Bagaimana dengan bumi?  Tentunya bumi pun merasa kesulitan untuk bernafas.

Dari situlah awal mula pemikiran para aktivis lingkungan yang menginginkan agar dampak  dari global warming yang merugikan bumi dapat dikurangi dan bumi pun dapat bernafas dengan lega. Terpikirlah untuk membuat suatu hari peringatan dimana hari tersebut dapat menyadarkan diri manusia untuk memelihara bumi,  layaknya Hari Raya Nyepi yang dimiliki Bali yang dapat mengurangi emisi karbon di udara sebanyak 20.000  ton dalam sehari.

Nah,  aktivis lingkugan yang terdiri dari 4 lembaga yaitu Yayasan Wisnu, PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup), WALHI (Wahana Lingkungan Hidup), dan BOA (Bali Organic Assosiation) pun membentuk kolaborasi untuk mewujudkan ide tadi. Selain itu pada tahun 2007 lalu,  Konferensi Internasional  mengenai perubahan iklim diadakan di Bali. “Malu donk, kalau kita sebagai tuan rumah dari Konferensi Internasional tidak memberikan sumbangan pemikiran yang berarti bagi lingkungan” bahas keempat lembaga yang terdiri dari para aktivis lingkungan.  Hal itu juga menjadi suatu cambuk untuk mengokohkan niat mereka untuk mewujudkan ide tersebut. Akhirnya kolaborasi pun terbentuk dengan nama BCCC (Bali Colaboration for Climate Change) atau KBPI (Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim). Kemudian ide tadi pun diimplementasikan ke dalam suatu hari yang dinamakan World Silent Day atau Hari Hening Sedunia. Hari yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, dimulai dari tahun 2008 hingga saat ini. Bukanlah tanpa alasan 21 maret diperingati sebagai hari hening sedunia karena tanggal 21 maret terjadinya titik equinok yakni matahari tepat berada di garis katulistiwa sehingga dikatakan sebagai hari baru bagi bumi. Selain itu tanggal 21 maret juga berdekatan dengan Hari Air Sedunia yang jatuh tepat pada tanggal 22 maret.

Meskipun World Silent Day belum seutuhnya diakui dunia karena belum terkumpulnya 10 juta tanda tangan sebagai persyaratan resmi suatu peringatan agar diakui dunia, akan tetapi banyak masyarakat yang mengetahui World Silent Day dan turut mengkampanyekan hari tersebut. Selain itu diantara mereka juga telah membantu untuk mengumpulkan tanda tangan, meski tanda tangan yang terkumpul baru mencapai 9000 tetapi mereka tetap berjuang tanpa menyerah. Misalnya pengumpulan tanda tangan yang telah dilakukan di sekolah-sekolah, di tempat-tempat umum, sampai pada lembaga-lembaga. Tidak hanya di Indonesia, tetapi di luar negeri misalnya di negara Jepang, Jerman dan Australia. Yang terpenting dalam pengumpulan tanda tangan ini adalah tidak adanya unsur paksaan dan menekankan pada kesadaran diri.

Adapun yang dapat kita laksanakan sebagai wujud partisipasi dalam World Sient Day yaitu mengistirahatkan segala aktivitas kita yang menggunakan alat-alat eletronik misalnya mematikan handphone, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan mengurangi aktvitas boros sumber daya. Hanya selama 4 jam, dari pukul 10.00-14.00 . Dengan kesadaran diri, kita dapat melaksanakan hal-hal yang lebih bermanfaat walaupun tanpa listrik. Umpamanya saja kita dapat melestarikan lingkungan dengan mengadakan acara tanam sejuta pohon, menadakan aksi bersih sampah, bersepeda, membaca buku, ataupun hal lain yang bermanfaat untuk lingkungan.Yah,, rasanya bukan masalah deh kalau berkorban untuk bumi selama 4 jam. Karena dalam waktu singkat ini kita telah memberikan kesempatan bernafas bagi bumi dan setidaknya dapat membuat umur bumi lebih panjang. Kalau bumi tersenyum, masa depan pun akan tersenyum. Mari dukung World Silent Day dan Selamatkan Bumi kita! (BGC)

Ayo dukung World Silent Day!


3 Komentar leave one →
  1. kencana dharma permalink
    April 30, 2010 5:41 am

    A:::: SILENT DAY…………………………………????????????????????????????

    B::::: SILENT IS COOL………………………YEAH>>>>>>>>>

  2. ida bagus nyoman bawa permalink
    September 1, 2010 2:38 am

    bumi kok dibilang capek krn berputar terus ? bukankah bumi justru jadi pening kalau gak berputar ? hanya saja pada saat bumi berputar, yg namanya mahluk manusia jangan ngrusakin
    dg hal2 yg membuat bumi marah. sebab kalo bumi marah, dia bisa muntah2 kayak lumpur lapindo atau gunung sinabung yg lagi batuk2.
    (ida bagus nyoman bawa – sumatra utara)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.